Bahaya Headset
Uncategorized

Bahaya Headset dan Earphone, Awas Bisa Tuli!

Penggunaan headset (perangkat jemala) atau earphone (penyuara telinga)ketika ini paling pesat. Seiring pertumbuhan zaman, audio visual menjadi di antara elemen penting. Efeknya headset atau earphone pun menjadi di antara benda yang seakan wajib dipunyai dan diangkut ke mana-mana. Tapi waspada sebab dua perlengkapan ini riskan danmengakibatkan gangguan pendengaran, bahkan tuli.

Berdasarkan keterangan dari dr. Dina Kusumawardhani dari KlikDokter,kelaziman mendengarkan bunyi-bunyian dengan headset atau earphone dalammasa-masa yang lama dapat mengakibatkan gangguan pendengaran, bahkan ketulian permanen. Sebenarnya tidak melulu headset atau earphone yang rentan menyebabkan ketulian. Untuk Anda yang bekerja di lingkungan yang menghasilkan suara keras laksana di pabrik, suara mesin, atau suara ledakan pun dapat mengakibatkan gangguan pendengaran.

Bahaya Headset
Bahaya Headset

Gangguan pendengaran membidik orang muda

Jika dulu gangguan pendengaran atau ketulian identik dengan kumpulan lansia, tapi kini telah merambah umur muda. Penyebabnya diperkirakan kuat sebab pemakaian earphone dan headset. Berdasarkan keterangan dari penelitian, ketika ini di Amerika Serikat sebanyak 1 dari masing-masing 5 remaja mempunyai tingkat kehilangan pendengaran. Selanjutnya, tingkat gangguan pendengaran pada remaja ialah 30 persen lebih tinggi daripada remaja di tahun 1980-an dan 1990-an.

Sebetulnya data di atas tidak mengejutkan. Dilansir dari situs https://828bet.online/ Badan Kesehatan Dunia (WHO)pun mengeluarkan laporan yang bahwa 1,1 miliar remaja dan dewasa muda disemua dunia berisiko guna kehilangan keterampilan pendengaran darikelaziman mendengarkan musik terlampau keras atau lewat earphone dan headset.

Paparan suara kencang yang tidak jarang didengar berulang akanmengakibatkan trauma akustik pada telinga, yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai noise-induce hearing loss(NIHL). Disebut pun oleh dr. Dina bahwa urusan ini menyebabkan kehancuran pada sel-sel rambut di koklea telinga yang bermanfaat sebagai reseptor suara.

Gejala NIHL pada pendengaran tergolong tinitius (suara berdenging atau berdesis di telinga), pusing berputar, gangguan pendengaran, dan ketulian.

Risiko yang terjadi pada gangguan pendengaran tergantung pada volume, desibel (dB), dan lamanya penyampaian suara. Intensitas suara di atas 85dB sekitar 8 jam masing-masing hari dapat menambah risiko ketulian. Dan, ternyata, intensitas dampak pemakai an headset atau earphone dapat mencapai 110dB—sangat berbahaya!

Kiat terhindar dari ketulian sebab headset atau earphone

Mendengarkan bunyi-bunyian, laksana musik atau menyaksikan film memakai headset memang menyenangkan. Akan tetapi, bila berlebihan pun tidak bagus untuk telinga Anda.

Bahaya Headset
Bahaya Headset

Perhatikan kiat-kiat inilah ini supaya terhindar dari ketulian dampak pemakai an headsetatau earphone:

  1. Batasi pemakai annya

Ikutilah aturan 60/60. Berdasarkan keterangan dari dr. Dina, andai Andahendak menggunakan headset atau earphone usahakan tidak lebih dari 60 menit atau 1 jam per hari. Di samping itu, tidak boleh menggunakan keduaperangkat tersebut seraya tidur karena dengan kata lain Anda bakal terpapar suara keras selama paling tidak 7 jam dalam sehari.

  1. Batasi volume

Aturan yang kedua mencantol volume bunyi yang kita dengarkan lewat headset atau earphone. Jangan memperhatikan lewat dua perangkat tersebut di atas 60 persen volume maksimalnya. Ingatlah bahwa volume yang lebih rendah bisa memperpanjang usai telinga kita tetap sehat.

  1. Pilih headphone atau earphone yang tepat

Seseorang sulit menjaga volume pemutar musik tetap di bawah 60 persen dari maksimum sebab kondisi bising di luar suara yang didengarkan lewat headset atau earphone. Ketika kebisingan di dekat meningkat – laksana di pusat kebugaran atau di dalam moda transportasi laksana kereta – Andame sti mengimbanginya dengan menambah volume musik.

Solusi guna ini ialah pemakai an headphone peredam bising (noise limiter). Jika kebisingan latar belakang dikurangi, volume suara bisa dikurangi, dan musik berkualitas tinggi bisa dinikmati pada volume yang lebih rendah.

Mendengarkan musik atau suara dengan headshet atau earphone memangdirasakan lebih mantap. Namun, usahakan tidak boleh terlalu tidak jarang dan simaklah tips yang dilafalkan di atas supaya Anda terhindar dari timbulnya gangguan pendengaran di umur muda, bahkan ancaman tuli.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *